News Updates

Home » Bibit Kurma » Bibit Kurma Betina Kultur Jaringan


Selain rasanya manis, kaya akan khasiat, dan disebut sebut sebagi buah yang suka dimakan oleh Rosulullah SAW, buah kurma juga mengandung banyak kandungan tanin, sehingga secara medis dapat berguna sebagai astrigent pada organ usus yang bermasalah. Selain itu, kandungan vitamin juga konon berkhasiat untuk mengobati sakit tenggorokan, pilek, meringankan demam, menambah daya tahan tubuh serta banyak hal lainnya dalam bentuk madu, pasta, sirup, ataupun dimakan secara langsung.


Perlu kamu ketahui, jenis bibit kurma yang dapat menghasilkan buah adalah yang berjenis kelamin betina. Untuk menghasilkan kurma betina yang baik, biasanya dihasilkan dari teknik kultur jaringan.


Biasanya, bibit kurma yang berasal dari perbanyakan biji mempunyai kendala pada proses penentuan jenis kelamin bibit kurma yang harus menunggu hingga bibit tumbuh besar dan berbunga, sehingga jika bibit kurma hasil perbanyakan generatif ini digunakan untuk budidaya dalam skala besar tentunya akan menjadi masalah sebab memakan banyak waktu. Untuk mengefektifkan waktu, kita dapat mengambil solusi dengan mendapatkan bibit kurma dari anakan kurma. Akan tetapi, untuk mendapatkan bibit dari anakan kurma, juga harus menunggu waktu yang cukup lama. Maka, dengan sistem kultur jarungan atau Tissue Culture, dapat dijadikan solusi yang paling tepat dan cepat.

Teknik kultur jaringan adalah teknik yang memnfaatkan prinsip vegetatif. Teknik kultur jaringan dapat dilakukan dalam kondisi antiseptik di dalam botol kultur dengan kondisi dan medium tertentu. Teknik kultur jaribgan dapat menghasilkan organisme baru yang memiliki sifat sama persis dengan induknya.

Keunggulan Bibit Kurma Betina Kultur Jaringan


Keunggulan bibit kurma betina kultur jaringan adalah berikut ini

  • Dapat tumbuh di iklim tropis Indonesia. Beberapa keunggulan kurma tropil kultur jaringan secara ringkas dapat kamu akses di sini.
  • Memiliki rasa yang lebih manis
  • Bersifat Genjah atau pandai berbuah
  • Memiliki Kualitas yang seragam.
    Karena hasil dari kultur jaeringan 100% sama dengan induknya, maka dinilai dari ukuran kualitas, bentuk, hingga rasa dapat diseragamkan, sehingga cocok jika dibudidayakan dalam skala industri atau skala yang besar.
  • Bibit kurma betina dapat berbuah dan berbunga, meski tanpa pejantan sekalipun.
  • Bibit kurma betina dapat bisa berbuah serta menghasilkan anakan.

Budidaya dan Penanaman Bibit Kurma Betina Kultur Jaringan


Buat kamu yang berniat membudidayakan bibit kurma bertina kultur jaringan ini, kamu dapat menanamnya di lahan tanam. Pastikan lahan yang kamu pilih memiliki intensitas cahaya matahari yang cukup, tanpa adanya penghalang. Untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal, kamu juga harus memperhatikan perawatan tanaman yang meliputi kolaborasi penyiraman, pemupukan, dan pemangkasan yang ideal dan dilakukan secara rutin serta berkala.


Hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah memilih bibit. Kamu harus memperhatikan bibit kurma betina yang baik, kamu dapat memesanya di sini. Atau kamu dapat melakukan penyemaian dan perkecambahan sendiri di rumah. Pindahkan bibit ke lahan tanam ketika tingginya sudah mencapai setengah meter.


Kemudian, buat lubang tanam dengan ukuran kira-kira 60x60x60cm dan jarak tanam kira-kira 7×7 m. Pisahkan 40 cm top soil lalu biarkan lubang tanam terbuka selama kurang lebih satu pekan terkena sinar matahari dan hembasan angin. Campurkan top soil dengan pupuk organik yang sudah kering. Bila perlu, campurkan pula dengan sedikit sekam, dan sedikit kapur dolomit.


Lalu, pindahkan secara hati-hati bibit kurma dari polybag ke lubang tanam. Buat tanah di sekeliling bibit tanaman lebih tinggi 10 sampai 15 cm agar air tidak menggenang apabila hujan turun. Lakukan penyiraman setidak-tidaknya 2 hari sekali saat umurnya 1-6 bulan. Lalu, siram tanaman 4 hari sekali saat berumur 7-12 bulan. Lakukan penyiraman pada pagi pagi hari dan juga sore hari saat matahari terbit juga matahari tenggelam. Jika kamu melakukan penyiraman pada saat siang hari, akan menyebabkan organ daun pada bibit kurma terbakar dan dapat mengakibatkan kematian. Selanjutnya, beri pupuk tiap 30 hari sampai 4 bulan sekali.


Setelah kurma sudah berbuah, dapat kamu panen dengan cara memotong pada tunas jajang buah. Setelah itu, bersihkan bekas potongan tadi hingga pangkal pohon. Hal ini berfungsi untuk mempercepat persiapan pada pohon buah kurma untuk dapat berbuah lagi.


Perawatan

Dalam budidaya bibit kurma, kamu juga perlu memperhatikan perawatan yang optimal agar hasil produksinya juga optimal atau bahkan maksimal. Berikut, penjelasannya:

1. Pemangkasan


Pemangkasan dapat membantu mempercepat pertumbuhan dan pembuahan pada bibit.. Lakukan pemangkasan dengan memotong batang atau cabang yang sudah agak tua. Jika kamu memotongnya, nantinya akan tumbuh beberapa tunas baru yang kemudian akan menjadi cabang baru. Kamu juga harus sering melakukan pengecekan, untuk memangkas organ tanaman yang memiliki gejala terserang hama dan penyakit.

2. Aplikasi pupuk


Perawatan bibit kurma selanjutnya adalah pengaplikasian pupuk. Berikan pupuk tiap empat bulan sekali. Beberapa petani dan pekebun juga membolehkan pengaplikasian pupuk NPK untuk penyuburan, asalkan dengan dosis yang pas.

3. Drainase Atau Saluran Irigasi Yang Sehat


Drainase atau saluran irigasi yang sehat sangat berguna untuk mengelola kadar air pada tanah lahan atau media tanam. Jika tanah terlalu lembab dan becek, maka tanaman akan mudah terserang jamur atau penyakit lain. Drainase dan proses perairan yang sehat akan mencegah itu semua terjadi.

Demikianlah penjelasan singkat tentang bibit kurma betina kultur jaringan. Buat kamu yang tertarik untuk membudidayakan bibit kurma betina kultur jaringan, kamu dapat membeli bibit unggul, berkualitas dengan jaminan serta bergaransi di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *
Email *
Website

Maps :