News Updates

Home » Budidaya Kurma » Menentukan Waktu Panen Kurma

Setelah memikirkan waktu dan cara menanam, ada baiknya bila mulai saat ini mempersiapkan diri untuk menetukan waktu panen buah kurma. Poin penting adalah mengamati tandan yang telah berisi buah ranum. Itulah tanda bila musim panen telah tiba.
Bagi pemanen tandan buah segar yang telah muncul di pohon, tak perlu repot-repot mneyediakan tangga untuk memotong tandan pohon kurma. Kurma kulivar KL1 tak terlalu tinggi dan bertajuk kompak. Tinggi batang utama sekitar 40 sentimeter dari permukaan tanah. Bandingkan dengan kurma yang tumbuh di Asia Barat yang tingginya mencapai belasan meter di usia tua. Di sana pemanen tentu memerlukan tangga

panen kurma tropis

Selanjutnya para pemanen menggantung setiap potongan tandan Phoenix Dactyliefra di kayu panjang. Tandan harus digantung untuk menghindari gesekan antarbuah. Pekerja lantas membawa tandan buah siap jual ke sebuah bangunan di pintu masuk kebun. Kesibukan macam itu dapat dijumpai di tiap-tiap kebun berukuran luas, karena masa panen biasanya di penghujung bulan Mei hingga bulan Agustus.

Baca Juga : Budidaya Kurma Tropis di Indonesia

Bagi penikmat buah kurma jenis KL1, sedikit informasi bagi kalian, bahwa waktu paling tepat menikmati buah kurma jenis KL1 setelah dipetik dari pohon atau fase khalal, alias buah segar. Buah segar KL1 bertekstur renyah dan bercita rasa manis agak sepat. Kulit buahnya kuning, sedangkan dagingnya putih dan padat. Terdapat tiga pilihan terkait fase buah kurma, yakni buah khalal (segar), ruthap (matang penuh), dan tamar (semi kering atau sudah kering). Kurma segar dapat dibuat menjadi ruthab atau tamar secara alami atau dengan perlakuan khusus. Pematangan kurma dari fase khalal hingga ruthab secara alami butuh waktu paling cepat sepekan, bergantung tingkat kematangan buah segar saat panen. Cara lebih singkat dapat dilakukan dengan pembekuan cepat pada suhu minus 18 derajat celcius selama 24 jam, lalu buah dicairkan. Sementara pengeringan dapat dilakukan dengan menjemur kurma di bawah sinar matahari atau naungan plastik, hingga kandungan air yang tersisa 23%-25%.

Buah kurma tropis segar

Para pekebun dapat memilih berdasarkan karakteristik kultivar, kondisi agroklimat, dan permintaan pasar. Di Asia barat, seperti seperti Arab Saudi dan Israel, pekebun memanen kurma saat fase ruthab dan tamar. Kurma kering paling banyak dikonsumsi, sebab bertekstur lembut dan rasanya sangat manis, sedangkan kurma yang dibudidayakan di kawasan beriklim tropis tidak memungkinkan untuk dipanen pada fase tamar karena perbedaan iklim.

Panen sebaiknya dilakukan sebelum musim hujan tiba. Tujuannya menghindari busuk buah dan rontok. Pekebun terancam gagal panen jika membiarkan buah mengering alami di pohon. Kultivar KL1 sangat cocok dikebunkan di kawasan beriklim tropis, sebab buah sudah manis meskipun dipanen saat fase khalal.

Semoga setelah membaca artikel di atas, Anda mendapat informasi yang tepat bagi kebutuhan sewaktu masa panen tiba. Sekian dan terima kasih.

Comments

  1. kurma ajwa sy tanam grogol jakbar feb2004~sdh buah 2 onggok akhir maret2018~ hitam bulat mngkilap spinggang dwasa, tinggi 2,5 m, harum mnyengat. Alhamdulillah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *
Email *
Website

Maps :