News Updates

Home » Tentang Kurma » Manfaat Menanam Pohon Kurma Untuk Memperbaiki Sumber Air

Mari Tanam Pohon Kurma agar Memperbaiki Sumber Air

Saat ini bumi bukan lagi kawan karib bagi manusia. Begitu pula manusia sebagai makhluk berisi ratusan keinginan dan obsesi untuk memiliki sesuatu dan melebihi keinginan. Sekian obsesi yang ada di dalam kepala manusia ialah memenuhi kebutuhan air bersih bagi mereka, sedangkan kondisi bumi kian hari makin kekurangan simpanan air di dalam tanah. Pembangunan gedung dan perusakan hutan benar-benar menyebabkan air yang jatuh dari langit tak dapat diserap secara maksimal dan menyebabkan banjir. Pohon kurma merupakan salah satu solusi untuk menangkal banjir, karena memiliki kemampuan menyerap air lebih banyak.

Baca Juga : Prospek Budidaya Kurma Tropis Di Indonesia

Pohon kurma tidak membutuhkan tanah yang terlalu subur dan dapat hidup di semua kondisi tanah: tanah liat, tanah berkapur, dan tanah berpasir. Curah hujan yang ideal untuk pohon kurma kurang dari 700 mm per tahun, kedalaman air tanah sekitar tiga hingga tujuh meter, suhu rata-rata -5 derajat celsius hingga 60 derajat celsius bagi iklim panas sampai dingin, sedangkan ketinggian -400 meter di atas permukaan laut. Namun pohon kurma tidak akan tahan terhadap daerah yang memiliki kadar asam yang tinggi. Akar kurma dapat tumbuh di kedalaman tiga hingga tujuh meter, sedangkan pohon kurma bisa ditanam di daerah yang relatif kering dan tidak perlu perawatan yang intensif. Berkat kemampuan untuk mengikat air, pohon kurma dapat membantu kelestarian lingkungan, terutama bagi penghijauan di lereng gunung serta bekas galian tambang dan sungai. Asumsi yang mengatakan bila pohon kurma hanya mampu di daerah padang pasir, daerah dengan iklim panas, sesunggunya asumsi yang salah besar. Pohon kurma dapat tumbuh dan hidup hampir di seluruh daerah Indonesia.

Baca Juga : Cara Menanam, Merawatdan Memanen Pohon Kurma Tropis

Kegunaan akar pohon kurma selain untuk mengikat air, ialah mencegah intrusi air laut, meningkatkan storage untuk menyimpan air tawar, dan meningkatkan permukaan tanah atau water table. Intrusi air asin adalah pergerakan air asin ke akuifer air tawar yang memicu kontaminasi sumber air minum. Intrusi air asin dapat terjadi secara alami hingga derajat tertentu pada sebagian besar akuifer pantai. Penyebab utamanya ialah adanya hubungan hidrolik antara air tanah dan air laut. Bahwa air asing memiliki kadar mineral yang lebih tinggi daripada air tawar, maka air laut memiliki massa jenis yang jauh lebih tinggi dan memiliki tekanan air yang lebih besar pula. Hal tersebut menyebabkan air asin bergerak menuju air tawar. Beberapa penyebab intrusi air dikarenakan aktivitas manusia yang memompa air tanah dari akuifer pantai yang dapat meningkatkan intrusi air laut dan tekanan air tanah berkurang dan relatif lebih kecil dibandingkan dnegan tekanan dari air laut. Penyebab intrusi air asin lainnya yaitu kanal navigasi dan drainase yang menciptakan celah bagi air laut bergerak ke daratan melewati permukaan dan melalui pasang surut air. Intrusi air laut juga dapat terjadi pada kondisi cuaca ekstrem seperti badai dan ombak besar. Berkat pohon kurma, diharapkan air tawar dapat bermunculan di mana saja dan saat hujan jatuh dari langit, airnya dapat terserap berkat soil storage-nya membaik, serta terus ke bawah untuk memperbaiki water table.

(Visited 4.323 times, 1 visits today)

Comments

  1. Pohon kurma maa syaa Alloh.. Memang penuh barokah..
    Semoga kami di pesantren Tahfizhul Qur’an Baytur Ridhwan Samarinda bisa berkebun kurma.. Allohumma aamiin

  2. Masyaalloh …luar biasa saat berbuah apakah untuk di jawa tengah sudah ada yang berhasil sampai berbuah untuk type kurma Hybrid KL1 ya …share dong kalau sudah ada yang berhasil panen…thanks

  3. Foto diatas nampaknya ada 2 orang asing yang foto dipohon kurma yang berbuah lebat. Apakah itu orang asing yang datang ke Indonesia atau Pohon Kurma asing yang fotonya dipakai orang Indonesia?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *
Email *
Website

Maps :

HUBUNGI SEKARANG