News Updates

Home » Perawatan Kurma » Cara Benar Menanam dan Merawat Kurma Tropis

Dalam bertani kurma memerlukan kiat-kiat khusu dalam melindungi tumbuhan agar aman dari segala ancaman. Melindungi setiap pohon dengan dinding berupa terpal plastik dan semen merupakan langkah pertama. Penggunaan dinding tersebut bertujuan agar pupuk yang diberikan terkonsentrasi, sehingga penyerapan nutrisi lebih maksimal. Soal bentuk, dinding tersebut dibuat mirip drum tetapi di bagian bawah sengaja dilubangi. Dinding semen melindungi pohon muda dari terpaan angin kencang. Dinding itu juga berperan untuk menjaga pohon-pohon kurma yang masih kecil agar tidak roboh. Karena pohon kurma muda memiliki perakaran yang masih rapuh. Angin berkecepatan tinggi tentu akan menyebabkan pohon gampang ambruk. Namun, bukan berarti pohon dewasa bebas ancaman. Pada pohon dewasa, embusan angin kencang dapat mengganggu polinasi. Menanam kurma di wadah khusus agar penyerapan nutrisi secara optimal.

Baca Juga : Tips Memilih Bibit Kurma Tropis

Kiat-kiat selanjutnya tentu berkaitan dengan kondisi tanah. Kondisi tanah yang kering dan berpasir sesunggungnya kondisi yang paling cocok untuk menanam kurma, meski tanpa dipungkiri, kini pohon kurma dapat hidup di iklim tropis. Di awal penanaman, bibit kurma lebih membutuhkan air dibandingkan setelah usia dewasa. Penyiraman dihentikan pabila media tanam sudah basah. Berkebun kurma tergolong mudah. Usai menentukan jarak tanam, mereka membuat lubang tanam berdiameter delapan sentimeter. Di atas lubang tanam, dinding semen diletakkan. Memasukkan campuran pupuk kandang, tanah dan sekam bakar dengan perbandingan sama ke dalam dinding. Langkah terakhir, meletakkan bibit kurma berumur 8-10 bulan dari hasil perbanyakan biji. Perawatan berikutnya berupa pemupukan rutin. Di kebun mini seluas 500 m2 terdapat barisan pohon kurma berbagai umur di wadah pot plastik, polibag, dan keranjang plastik.

Baca Juga : Prospek Budidaya Kurma di Indonesia

Tahap selanjutnya tentu proses penempatan kurma pada jarak tanam, yakni 1.5 meter kali 2 meter. Selain penempatan pohon kurma, selanjutnya tentang hama yang menyerang tumbuhan. Hama yang baru dijumpai adalah kumbang badak jenis Oryctes Rhinoceros. Kumbang kerap menyerap tumbuhan tiap malam hari. Serangan kumbang badak diawali dengan menyusup ke dalam pucuk pohon. Hewan anggota Ordo Coleoptera itu membuat lubang hingga menembus pangkal pelepah daun muda sampai ke titik tumbuh dan selama lima hingga sepuluh hari. Akibatnya bagian yang terserang menjadi layu dan pertumbuhan tanaman terhambat. Serangan parah dapat membuat pohon mati. Bagi para pekebun dapat mengendalikan kumbang badak dengan tiga cara, yakni fisik, mekanik, dan kimia. Pengendalian fisik paling mudah yakni menangkap kumbang itu. Sementara pengendalian mekanik dengan cara memasukkan kawat runcing ke dalam lobang, lalu tusuk hingga mengenai kumbang. Cara lain adalah menggunakan bantuan feromon sintetik (Etil-4 metil oktanoate) yang digantungkan dalam ember plastik kapasitas dua belas liter. Adapun pengendalian kimia adalah dengan menyemprotkan insektisida. Dengan berbagai cara itu diharapkan kurma terus memproduksi buah.

(Visited 5.634 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *
Email *
Website

Maps :

HUBUNGI SEKARANG